Bolehkah Makanan Yang Jatuh Ke Lantai Di Konsumsi Lagi..?

image : kumpulanmisteri.com
            “Belum lima menit”. Setiap orang tentunya sudah hafal betul dengan istilah belum lima menit Atau sudah tidak asing lagi di telinga kita.Istilah “Belum lima menit” ini pernah muncul di stasiun TV yang terdapat di iklan merek tertentu .Istilah ini terlontar jika kita tanpa sengaja menjatuhkan makanan ke lantai atau permukaan lain yang dianggap bersih. Istilah ini memang berkembang ke berbagai daeah di Indonesia.


      Istilah ini diartikan makanan yang jatuh ke lantai masih bersih dan layak untuk dikonsumsi atau tidak,  karena beranggapan bahwa makanan yang jatuh tadi masih bersih dan belum terkontaminasi bakteri dan kuman. Namun, benarkah jika kita berpendapat demikian?


     Belum diketahui secara pasti asal usul istilah “belum lima menit” tersebut. Kebanyakan dari kita  berpendapat ini hanyalah mitos belaka, akan tetapi fakta berkata lain. Makanan yang sudah jatuh sekian detik ke lantai atau permukaan yang kita anggap bersih pun dapat terkontaminasi kuman. Sehingga jika kita percaya belum terkontaminasi kuman dan langsung memakannya begitu saja maka dapat mengakibatkan  terserang penyakit. Karena makanan yang jatuh sekian detik tadi sudah berkontaminasi dengan kuman dan bisa dikatakan tidak higienis lagi. Ditambah lagi jika sistem imun kita dalam kondisi lemah, maka penyakit yang diakibatkan oleh kuman dan bakteri mudah menyerang tubuh Terutama pada bayi yang masa pertumbuhan yang perlu pengawasan di karenakan bayi yang aktif selalu bermain sesukanya dan kita sebagaia orang tua biasanya kurang maksimal dalam pengawasan di karenakan bayi yang biasanya suka membawa makanan kecil atau bahasanya Cemilan itu, kalau jatuh di lantai atau tanah dan orang tua tidak tau, sering bayi tersebut mengambilnya dan memakanya lagi.


     Dalam Jurnal of Applied Microbiology, para ahli menyimpulkan bahwa jumlah kuman dan bakteri yang berpindah ke makanan tidak berpengaruh dengan lamanya waktu makanan yang terjatuh, baik itu sesaat atau beberapa menit. Dalam hal ini jumlah bakteri dan kuman yang berpindah ke makanan saat jatuh dipengaruhi oleh banyaknya bakteri dan kuman itu sendiri saat di lantai atau permukaan lainnya.


     Dalam penelitiann, para  peneliti menggunakan bakteri Salmonella sebagai bahan uji coba mengenai perpindahan batkteri ke karpet dan ke ubin atau kayu. Peneliti mengungkapkan bahwa presentase bakteri yang berpindah dari permukaan karpet dan ubin atau kayu berbeda. Pada permukaan karpet, bakteri yang berpindah ke makanan berkisar kurang  dari 1 persen, sedangkan pada permukaan  kayu dan ubin bakteri yang berpindah ke makanan berkisar antara 40-70 persen.Maka berhati-hatilah pada makan yang jatuh terutama pada makan yang tidak terbungkus dengan rapat.


      Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak peduli berapa lama saat makanan jatuh ke permukaan atau ke lantai akan terkontaminasi kuman dan bakteri yang dapat berbahaya bagi tubuh. Dengan demikian makanan yang sudah jatuh ke lantai sebaiknya jangan dikonsumsi karena kita tidak tahu seberapa banyak bakteri yang terdapat di permukaan tanah atau di lantai, kita juga tidak mengetahui kualitas kebersihan lantai.

                                

ARTIKEL TERKAIT