Awas !!! Tanaman Hias Sri Rejeki Mengandung Racun



www.seratu.com
SRI REJEKI

Tanaman sri rejeki ini sering kita jumpai di teras – teras depan rumah yang tanamannya kalau di lihat lasung sangat bagus dan memberi pelengkap bagi keindahan teras kita. Asal nama tanaman hias sri rejeki atau Aglaonema ini yang pertama menamainya adalah Heinrich Wilhem Schoot, seorang pakar nabati asal Cekoslovakia, namun di indonesia sudah lama ada tanaman hias srijeki sejak tahun 1920 di indonesia sudah ada dan tercatat di daftar di Kebun Raya Bogor. 



Tanaman sri rejeki atau aglaonema biasanya hidup di daerah hutan hujan tropis dan memiliki 30 spesies  dan hidup dengan sinar matahari yang sedikit dan daerah yang lembab, dan akar serabut dan batangya tidak berkambium atau tidak berkayu.

Orang indonesia menamakan tanaman ini dengan nama Sri Rejeki karena tanaman ini setelah di tanam dan hidup dan mengluarkan tunas baru maka orang yang menanam terserbut akan mendapat rejeki yang banyak ini mitos orang Indonesia. Yang jelas kalau kita berkerja maka akan mendapat rejeki dan sebaliknya.

Ini yang menakutkan teryata tanaman hias sri rejeki beracun yang lumayan mematikan, karena getahnya mengandung kristal Oksalat  yang bentuknya seperti Jarum tapi harus mengunakan Mikroskop untuk bisa melihatnya. Maka tanaman hias ini sangat berbahaya apa lagi kalau sampai kena mulut, lidah, tengorokan bisa bengkak apa lagi yang terkena daerah tengorokan yang luka bisa sesak napas dan berakhir dengan kematian bila pertolongan telat.

Tanaman sri rejeki atau aglaonema sangat berbaya untuk anak kecil apa bila sampai tertelan,  biasanya anak – anak kecil yang baru bisa berjalan yang dimana yang namanya anak – anak tidak tahu apa- apa dan suka mencoba hal – hal baru dan pengawasan ibu yang kurang, sebaiknya bila mempunyai anak – anak untuk tanaman jenis ini bisa di letakan agak jauh dari tempat bermain anak – anak atau bisa di letakan yang dimana anak – anak tidak bisa menjangkau. Tanaman ini juga bahaya buat orang dewasa bukan hanya anak kecil saja maksutnya untuk orang dewasa tingkat kekebalan kesehatan tubuh sudah kuat tapi tidak menutup kemungkinan bisa berujung kematian bila tidak di tindak lanjuti secara cepat dan tepat.





ARTIKEL TERKAIT