14 Manfaat Di Balik Pedasnya Jahe



JAHE

   Sudah menjadi rahasia umum bahwa jahe adalah salah satu tanaman herbal dengan segudang manfaat. Hampir semua orang pasti mengenalnya dan bahkan pernah mengkonsumsinya. Selain karena manfaatnya,jahe dikenal karena rasa dan aromanya yang khas. Rasa pedas yang dimilikinya berasal dari senyawa keton bernama zingeron,sedangkan aromanya yang khas berasal dari minyak atsiri yang terkandung di dalamnya.
            
   Jahe(Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang berupa tumbuhan rumpun berbatang semu yang biasa digunakan untuk obat atau rempah-rempah. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Di Indonesia, jahe biasa tumbuh liar di lahan dengan kadar tanah lembab(tidak tergenang) dan banyak mendapat sinar matahari, karena jahe merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi ( 1500 meter dpl), kecuali jenis jahe gajah yag cocok ditanam di ketinggian 500-950 meter.

Ciri - Ciri Tanaman Jahe

·         Berbatang semu dan tumbuh tegak lurus dengan tinggi 30-100 cm.
·         Berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar.
·      Rimpangnya berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyegat dan berkulit agak tebal.
·         Daun jahe termasuk daun tunggal, pangkal tumpul dan ujung daun runcing.
·         Bunganya berbentuk malai, 1 benang sari dan 3 putik.
·    Bunga jahe muncul dari ketiak daun dengan posisi duduk, biasanya  tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur.
·         Gagang bunga bersisik 5 sampai 7 buah, bunganya berwarna hijau kekuningan.

Jenis - Jenis Jahe

Jahe dibedakan menjadi 3 berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Berikut penjelasannya.

a.    Jahe Merah (Zingiber Officinalevar Rumbrum)
Jahe merah memiliki ukuran rimpang kecil tetapi seratnya lebih besar dari jenis jahe lainnya, ruas rata dan sedikit mengembung, dan kulitnya berwarna merah. Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi dari jenis lainnya ( sekitar 2,58  sampai 2,72 % ), sehingga cocok digunakan untuk obat atau jamu. Untuk memaksimalkan manfaatnya, jenis jahe ini selalu dipanen setelah tua. Akan tetapi, meskipun jahe ini memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, sebaiknya jahe merah dihindari oleh penderita maag dan ibu hamil, karena kandungan senyawa gingerolnya yang bisa membuat lambung panas.

b.    Jahe Kuning Besar Atau Jahe Gajah / Jahe Badak
Jahe gajah memiliki bentuk rimpang yang besar dan gemuk dengan ruas rimpang lebih menggembung. Dagingnya berwarna kuning hingga putih. Jahe ini memiliki rasa yang tidak terlalu pedas dengan aroma yang lembut, sehingga banyak diminati oleh masyarakat umum, biasanya paling sering digunakan untuk bahan makanan dan minuman. Jahe gajah dapat dipanen baik saat masih muda atau sudah tua.

c.    Jahe Kuning Kecil Atau Jahe Emprit (Zingiber majus rumph )
Jahe emprit memiliki ukuran rimpang sedang (cenderung kecil), agak rata dan tidak menggembung. Dagingnya berwarna putih hingga kuning, seratnya lembut dengan aroma yang tidak tajam, namun dengan rasa yang jauh lebih pedas dari jahe lainnya dikarenakan kandungan gingerol, zingeron, dan shogaol yang lebih tinggi.  Itulah sebabnya  jahe ini sering dijadikan  bahan obat herbal dan bumbu masakan. Jahe ini selalu dipanen  saat sudah berumur tua untuk mendapat kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi, sehingga pemanfaatannya akan lebih maksimal.

Manfaat Jahe

            Di balik  rasa pedas dan aroma khas yang dimiliki jahe, ternyata terdapat segudang manfaat yang dimiliki jahe, baik untuk kesehatan, kuliner, dan bahkan di bidang kecantikan. Berikut ini pembahasannya.

1.    Menghangatkan Tubuh
Kandungan minyak atsiri yang dimiliki jahe dapat memberi kehangatan pada tubuh. Umumnya dikonsumsi dalam bentuk wedang jahe.

2.    Mengatasi Gangguan Pencernaan
Dengan rutin minum air jahe, gangguan pencernaan seperti kram atau nyeri haid dan bahkan morning sickness pada ibu hamil akan dapat segera diatasi.

3.    Menjaga Kesehatan Jantung
Jahe dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol berlebih dalam tubuh, sehingga resiko  terkena penyakit jantung dapat dihindari.

4.    Mengobati Sakit Kepala
Efek hangat yang dihasilkan jahe dapat membuat otak menjadi fresh dan tubuh terasa nyaman, sehingga sakit kepala akan berangsur hilang.

5.    Mengobati Rematik
Sebagai pereda rasa sakit alami, jahe dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri rematik. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk ramuan sbb:
-           Bakar dua rimpang jahe (lebih baik gunakan jahe merah).
-          Tumbuk jahe bakar hingga halus.
-          Aplikasikan dan taruh pada bagian tubuh yang kena rematik.

6.    Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Rimpang jahe mengandung senyawa oleoresin (gingerol) yang bersifat sebagai antioksidan,  sehingga imunitas tubuh akan meningkat dan antibodi dalam tubuh akan kuat, pada akhirnya tubuh akan kebal terhadap serangan bakteri /penyakit.

7.    Mengatasi Alergi
Di dalam jahe terdapat kandungan senyawa yang mampu mengurangi rasa gatal akibat alergi.

8.    Mengatasi Mabuk Perjalanan
Di dalam jahe mengandung senyawa serotonin yang bersifat anti-mual, sehingga dengan minum air jahe sebelum bepergian akan dapat mencegah mabuk perjalanan.

9.    Menambah Nafsu Makan Dan Memperkuat Lambung
Minyak atsiri dalam jahe dapat merangsang selaput lendir perut besar dan usus, sehingga dapat memperbaiki pencernaan dan nafsu makanpun bertambah dan lambung akan kuat.

10. Mengatasi Kaki / Tangan Terkilir
Efek hangat yang dimiliki jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati kaki / tangan terkilir sebagai :
-          Ambil  2 ruas rimpang jahe, cuci bersih, parut.
-          Tambahkan garam pada jahe dan haluskan bisa di parut atau di blender.
-          Balurkan pada kaki / tangan yang terkilir.
-          Lakukan 2x sehari.

11. Mencegah Stroke Dan Serangan Jantung
Senyawa gingerol pada jahe bersifat antikoagulan yang dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah. Sehingga penyebab utama stoke dapat dihindarkan.

12. Menurunkan Tekanan Darah
Efek hangat pada jahe dapat membuat jantung semakin ringan saat memompa darah sehingga tekanan darah akan turun.

13. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Enzim pencernaan yang terkandung dalam jahe, yaitu enzim protease ( enzim untuk memecah protein) dan lipase ( enzim untuk memecah lemak) dapat membantu proses mencerna dan penyerapan makanan.

14. Mengobati Luka Gigitan Ular
Jahe dapat digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap gigitan ular  sebagai berikut:
-          Tumbuk beberapa ruas rimpang jahe.
-          Tambahkan sedikit garam.
-          Aplikasikan atau balurkan pada luka bekas gigitan.

Dari sekian banyak manfaat yang dimiliki jahe, pasti masih banyak lagi khasiat yang dimiliki jahe. Dengan rutin mengkonsumsinya, maka banyak  manfaat yang akan kita peroleh bagi kesehatan tubuh kita. Semoga bermanfaat. 
ARTIKEL TERKAIT