Kasih Sayang Pak Tani Terhadap Istri Dan Anaknya



www.seratu.com
ILUSTRASI
Siang cuaca yang panas sosok laki – laki yang berkulit hitam dan kekar akibat terpapar sinar matahari lasung dan pekerjaan yang keras membuat tubuh pertani ini menjadi kekar dia berkerja pagi dan sore hanya untuk menafkahi anak dan istrinya walaupun dengan penghasilan yang sangat sedikit tetapi barokhah sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarganya setiap hari, seorang bapak petani yang kerjanya tak luput dengan cangkul dan lupur ini tentunya untuk penghasilan tak sepadan dengan bapak – bapak yang kerjanya di kantoran tetapi para petani mempunyai jiwa yang iklas dan tentunya tak pernah mengeluh.


Jam menunjukan jam 12:00 bapak tanipun pulang dari sawah setelah setibanya di rumah dia melihat istrinya lagi tertidur pulas sama sang buah hati di kamar karena akidabat kecapaian mengurus anaknya yang masih 1 ½  tahun dan sambil melakukan pekerjaan  seorang ibu sepeti memasak, cuci – cuci baju dan membersihkan rumah, sang pak tani ini pun lasung  menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanya dari keringat dan lumpur setelah pak tani ini selesai mandi dan memakai pakain bersih pak tani menuju ke kamar sang istri dan mengecup keningnya dan bajinya setelah beberapa saat sang istripun terbangun dan lasung bertanya
Istri : sudah pulang to pak
Pak tani : iya bu
Istri : pak kalau makan cari di dapur
Pak tani : iya bu , tapi sudah solat pa belum bu
Istri : belum
Pak tani : ya sudah mari jamaah, biar anak kita tak jaganya ibu lekas ambil air wudhu sana
Istri :   iya pak.

Setelah ibu beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu maka sang ibu dan pak tani sholat jamaah bersama setelah selesai mereka makan bersama yang menunya masakan berkuah seperti sop jangan bening dan lauknya 2 dadar  telur,  mereka berbincang – bincang bersama  sebelum makan seperti :
Pak tani : bu kalau makan yang banyak karena ibu masih menyusui ambil telur dadar bagian bapak
Istri : la bapak lauk apa..?
Pak tani : nasi dan air dan sayuran berkuah ini sudah lebih dari cukup
Istri :  meneteskan air mata dan mengucapkan terima kasih pak 

Inspirasi dari cerita ini menunjukan kasih sayang dan tanggung jawab seorang ayah kepada istrinya dan anaknya . kita sebagai anak sebaiknya juga memperhatikan kehidupan orang tua kita bila mana sudah tua karena kita waktu masih kecil kita juga di rawatnya dengan sepenuh hati.    


ARTIKEL TERKAIT