Pengamen Jalanan



image : www.tubasmedia.com
Pagi yang cerah dan sinar matahari menyinari wajah seketika membangunkan toni  yang tidur pulas di teras toko sosok laki – laki yang berumur 11 tahun ini bergegas bagun dan sambil membersihkan mata dengan jari – jari yang hitam dan kotor sambil memegangi gitar kecil yang sudah lusu dan kotor dia berjalan mencari  tempat kamar kecil tak lama kemudian menemukan kamar kecil yang tak jauh dari toko yang dibuatnya tidur , setelah dia keluar dari kamar kecil ia pun kelihata cukup bersih. Waktu sudah menunjukan jam 07:00 wib dia pun bergegas menuju tempat mangkalnya yaitu di per4 bangjo yang sangat ramai untuk lalu lintas setelah lampu merah menyala dia pun bergegas untuk memainkan gitar sambil bernyanyi ada sebagaian yang memberi uang receh dan lebaran seribu dan duaribuan tak lama kemudian ada mobil Toyota yaris berwarna merah dia hampiri sambil mengenjreng gitar dan bernyanyi  tak lama kemudian kaca mobil di turunkan dan toni melihat ada anak seumuranya lagi memegangi tablet dan bermain game dan disebalahnya  Nampak seorang ibu yang sambil memengangi setir mobil dan diapun berkata “ dik ambilkan uang duaribuan di laci depanmu dik dan kasih ke mas pengamen’’  sang anak menjawab ‘’ ya mam ‘’  si adik tadi memberikan uang duaribuan lasung ke toni dan toni sambil mengulurkan tangan dan berkata ‘’terimakasih ya dik semogga perjalan adik lancar sampai tujuan’’ adik menjawab ‘’ iya makasih doanya’’ ,  seketika itu bangjo sudah berunbah warna menjadi kuning dan hijau menepilah toni ke tepijalan dan menghitung uangnya dan alhamdulilah sudah ada uang rp 7500 rupiah.


Waktu menunjukan jam 08:30 wib toni pun mulai haus dan lapar dia pun bergegas mencari makanan langanannya yang  tak jauh dari tempat mangkal kerjanya dia pun menuju lokasi tersebut setelah makan dan minum dia pun istirahat sejenak dan tak lupa untuk menghisap sebatang rokok filter setelah habis sebatang rokopun dia berangkat ngamen lagi. Dalam perjalan kaki menuju ketempat kerja dia melihat ibu – ibu yang membawa tas dan melihat dari kejauhan ada sesuatu yang jatuh dari tas ibu tersebut dan dia pun berlari untuk mengambil yang jatuh tadi teryata dompet dan diapun berlari mengejar ibu tersebut  dan dia berkata lumayan kencang ‘’ buuuu, buuuu dompet ibu jatuh ‘’ lasung seketika itu ibu  menoleh dan lasung menuggu toni menghapirinya dan toni berkata ‘’ bu dompet ibu jatuh dan ini dompetnya ‘’ ibu tersebut lasung mengecek tas dan teryata benar dompet ibu jatuh dan ibu berkata ‘’ makasih ya dik “ ibu pun mengecek kondisi yang ada di dalam dompet tersebut teryata masih utuh dan ibu tersebut bilang ‘’ makasih banyak ya dik namanya siapa ‘’ toni menjawab ‘’ toni buuu’’  ibu berkata  ‘’ ini  sedikit uang sebagai ibalan terimaksihku padamu ton ‘’ toni menjawab ‘’ tidak bu terimasih ‘’ dan toni pun lasung bergegas meningalkan ibu tersebut dan lasung ke tempat mangkalnya. Ibu tadi berkata dalam hati kok ada anak sekecil itu yang mempunyai hati mulia walaupun dia sangat butuh materi.
  
        Inspirasi yang bisa kita ambil : kita lahir didunia ini tak bisa memilih dari keluarga mana kita akan dilahirkan dan tak dapat memilih dari keluarga kaya atau miskin kita dilahirkan dan kita lahir kedunia ini cacat atau tidak ini tidak bisa kita tentukan. Kita dilahirkan ke dunia tidak membawa sesuatu apapun walaupun secuil kain kita tak mebawa alangkah baiknya kita menjali ini degan ucapan Syukur Alhamdulillah kita dilahirkan kedunia dari keluarga kaya atau miskin karena semua ini hanyalah ujian dan harta yang kita punya ini dalam sekejab bisa hilang maka gunakanlah harta kita untuk saling berbagi dan membantu sesama yang memang butuh pertolongan kita.                 




ARTIKEL TERKAIT