Persahabatan Sejati Antara Tomi Dan Pak Sriyono



www.seratu.com
ILUSTRASI
Tomi anak laki – laki yang baru menginjak usia 20 tahun yang mempunyai pekerjaan tak menentu atau serabutan dan dari keluarga miskin yang rumahnya tidak begitu luas dan rumahnya terbuat dari separuh  batu bata bagian bawah dan atas dari anyaman bambu ( ‘’gedek’’  bahasa jawa ) dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan  tanpa ada saudara sekandung lainya. tomi tidak begitu banyak teman karena dia sibuk berkerja dan jarang nongkrong sama teman di sekeliling kampunya, pada suatu hari dia berkerja di bagunan  sebagai kuli bagunan yang tak jauh dari rumahnya katakan saja pada rumah bapak sriyono yang keluarganya bercukupan dan hidup bahagia tapi statusnya menduda dengan 3 anak tapi anaknya tidak ada yang bersamanya , tomi memgerjakan rumah bapak sriyono hampir satu bulan sudah selesai, pak sriyono pun merasa kesepian karena dia hidup sendiri tanpa ada anak yang menemaninya  karena anaknya sibuk diluar kota semua. 


Pak sriyono sering memangil tomi untuk diajak mengobrol dan saling berbagi pengalaman disaat malam walaupun hanya bincang – bincang dan sering tomi diajak makan di rumah pak sriyono walaupun  makananya beli, pak sriyono sangat senang pada tomi karena dia anak yang sopan, jujur dan baik dan tomi pun sangat senang ke pada pak sriyono karena pak sriyono seorang  yang baik dan suka berbagi pengalaman dan tidak membedakan status dalam bergaul. Seringnya mengobrol antara pak sriyono dan tomi menjadikan mereka akrab dan terbina persahabatan diantara mereka dan kadang mereka saling bercurhat masalah mereka masing – masing entah masalah perkerjaan dan keluarga.

Suatu hari pak sriyono sakit meriang dan dia tidak bisa melakukan aktivitas sebagai mestinya dan saat itu tomi berkunjung kerumahnya dan tomi tahu kalau pak sriyono sakit dan tomipun menolong secara iklas kepada pak sriyono mulai mencarikan makan dan mengatarkan pak sriyono periksa ke dokter walaupun tomi tidak mengeluarkan sedikit uang pun tapi pak sriyono sangat banyak terimakasih pada tomi sejak kejadian itu tomi sudah dijadikan seperti keluarga sendiri oleh pak sriyono, sampai – sampai bila tomi tidak datang kerumah pak sriyono tidak lega perasaanya walaupun sejenak.

Ibu tomi sudah tua dan sering sakit – sakitan dan pak sriyono tidak tahu kalau ibunya sering sakit – sakitan karena tomi sendiri tidak pernah menceritakan keadaan kesehatan ibunya kepada siapun dan saat pak sriyono menanyakan kesehtan ibunya tomi sering bilang sehat – sehat saja. Bila ibu tomi merasakan sakit tomi hanya membelikan obat di warung – warung terdekat karena tomi tidak cukup uang untuk memeriksakan ibunya ke dokter dan itu sering terjadi bila ibunya sakit – sakitan dan hanya di belikan obat di warung – warung saja. Suatu ketika ibu tomi sakit parah karena hanya dibelikan obat – obatan warung saja dan tomi sibuk merawat ibunya dan jarang keluar rumah selain bekerja, tentunya jarang kerumah pak sriyono dan pak sriyono sering bertanya di hatinya kok tomi jarang kesini apakah ada yang salah tentang perkataanku ke pada tomi sehingga tomi tersinggu sehingga tomi jarang kesini.

Suatu malam sekitar jam 7 malam secara diam – diam pak sriyono datang kerumah tomi dan sesampai di rumah pak sriyono mengetok – ngetok pintu dan berkata ‘’ tom, tom buka pintunya ‘’ tomi pun tak asing dengan suara tersebut dan tomi pun bergegas membuka pintu dan teryata pak sriyono dan tomi pun mempersilahkan masuk dan mengajak duduk lasung, lalu tomi ke belakang mengabilkan air minum untuk pak sriyono di saat tomi mengambilkan air minum pak sriyono melihat ibu tomi yang sudah tua tiduran di kamar tidur yang ada di balai tamu dengan kondisi yang memperhatinkan tapi pak sriyono tahu kalau ibu tomi sedang sakit parah, setelah tomi kedepan sambil membawa dua gelas air minum untuk pak sriyono dan untuk tomi dan
tomi berkata  kepada pak sriyono ‘’ ada pak kok malam – malam datang kesini’’ 
paksriyono pun menjawab ‘’ kok beberapa hari tak pernah datang kerumah ada apa…?’’
tomi menjawab ‘’ lagi merawat ibu yang sakit pak ‘’
pak sriyono bertanya “  sudah di periksakan ke dokter ‘’
tomi menjawab agak lama ‘’ eemmm belum pak ‘’
pak sriyono ‘’ kenapa kok tidak di periksakan kedokter ‘’
tomi ‘’ tidak cukup uangnya untuk memeriksakan ke dokter pak’’
pak sriyono ‘’ kenapa tak cerita ke bapak masalah kesehatn ibu mu tom’’
tomi  diam saja tak menjawab
setelah 30 menit bertamu ke rumah tomi dan bebrbicara seperlunya dan pak sriyono pamit pulang .keesokan paginya pak sriyono pun datang lagi kerumah tomi dan memberi senjumlah uang ke tomi untuk  berobat  ibunya ke dokter.

Inspirasi yang bisa kita ambil bahwa yang dikatakan teman sejati itu teman yang saling berbagi dalam hal susah dan senang dan teman sejati dia tak pernah meminta tetapi malah memberi.                   



ARTIKEL TERKAIT