Pertengkaran Antara Ibu Dan Anak



image : bidanku.com
Ibu adalah sosok yang mengayomi dan memberi kasih sayang yang besar disamping ayah juga mempunyai perang  penting. kita sering mengalami  perbedaan pendapat yang mulai dari kecil sampai besar terhadap suatu sikap pandang permasalahan. Bila terjadi perbedaan pendapat pada keluarga terutama pada ibu hubungan kita pasti kurang harmonis mulai tak tegur sapa, bisa juga menanam rasa dendam sampai – sampai memutuskan tali persudaraan tentunya ini jangan sampai terjadi.


Anita anak remaja putri yang berumur 16 tahun yang tentunya sudah menginjak sekolah SMA dan dia anak semata wayang dan keluarganaya termasuk keluarga kecukupan. Kehidupan sehari – hari berjalan normal mulai aktivitas berangkat kesekolahan dan anita termasuk anak yang lumayan cerdas dan mempunyai banyak teman, anita termasuk anak yang rajin dan suka membantu orang tua dan diusia 16 tahun anita tentunya sudah bisa membedakan antara benar dan salah atau baik atau jelek untuk dirinya sendiri.

Hari senin ada upacara dan harus berangkat pagi – pagi karena anita di tunjuk gurunya untuk menjadi petugas upacara dan anita bagun kesiangan dan dia sangat gugup dan tergesa – gesa untuk mandi setelah itu anita bergegas berpakain setelah selesai anita memakai sepatu tapi sebelum memaki sepatu anita mencari sepasang kaos kaki kok ngk ada biasanya dia taruh tak jauh dari rak sepatu dan anita mencari mondar – mandir kesana – kesini tetap tidak ketemu dan jam sudah menunjukan angka 06:30 sedangkan upacaranya jam 06:45 sudah dimulai, anita sangat panik dan raut wajahnyapun sudah memerah yang seakan – akan mau marah dan seketika itu ibunya lewat didepan anita dan anitapun bertanya “ bu tau kaos kaki anita yang berwarna putih apa tidak bu..?’’  ibu juga menjawab ‘’ tidak tau nak ‘’  anita pun mengomel sendiri yang tak jelas dan ibun pun sambil membantu mencarinya dan ibu bertanya ‘’ memang kamu taruh dimana to nak’’  anita menjawab “ ya biasanya saya taruh di dekat rak sepatu to bu “ jam sudah menunjukan jam 06:40 dan belum ketemu kaos kakinya dan anita marah – marah tak jelas sambil mengatai dan menyalahkan ibunya dan ibunya juga membalasnya karena ibu tak tahu menahu masalah kaos kaki dan sudah dibantu mencarinya kok malah disalahkan dan dimarahi,  jam sudah menunjukan jam 07:00 anita semakin menjadi marahnya dan perang mulut sama ibunya dan anita pun sudah memuncak amarahnya dan anita pun keluar rumah dengan memakai sandal jepit dan perasaan marah dan anitapun tak masuk sekolah sambil hati dongkol anita berjalan tak jelas arah tujuanya sekitar  30 menit anita berhenti bejalan karena capek dan lapar.

Anita melihat ada ibu penjual makanan gorengan dan melihat setiap gerak gerik ibu tersebut dari seberang jalan dan ibu penjual makanan melihatnya juga dan tak lama kemudian anita di pagil ibu tersebut  dan anita dikasih makanan gorengan tersebut dan segelas air putih untuk diminum tapi anita tak berani karena anita tak membawa sepeser uang pun dan ibu itu berkata ‘’ nak jangan takut itu geratsi dari saya kok  nak ‘’ dan anita lasung melahapnya karena lapar dan anita bilang  ‘’terimaksih ibu  telah memberi makanan dan minum secara gratis ‘’ dan ibu itu membalas “ sama – sama dik ‘’ dan anita bertanya ‘’ kenapa ibu memangil dan memberi makan secara gratis ‘’ dan ibu menjawab ‘’ aku tahu dari kejauahan kamu sedang lapar dan binggung dan bercampur marah kalau dilihat dari raut wajah kamu yang murung dan tegang ‘’ anita diam sejenak dan menceritakan masalah yang terjadi sebenarnya.

Ibu tersebut bilang kepada anita dik kamu hari ini saya kasih makan minum gratis kamu bilang terimaksih apakah adik tiap hari bilang terimaksih kebada ibu adik yang telah membesarkan dan merawat adik sampai sekarang ini tak kurang satupun adik menjawab tidak pernah dan anita diam sejenak dan berfikir dan tak lama kemudian adik sadar bahwa aku yang salah kenapa ibuku aku salahkan dan seketika itu adik pamit pulang kepada ibu penjual gorengan dan anita pulang tergesa – gesa dan inggin meminta maaf kepada ibunya.

Inspirasi yang bisa kita bisa ambil dalam cerita ini adalah : bila kita sebagai anak sebaiknya kita jangan menyalahkan dan memarahi ibu kita dalam kondisi apapun karena kita ada di dunia ini karena ada ibu kita dan dia membesarkan kita dengan perjuangan dan kasih sayang yang tanpa pamrih.
ARTIKEL TERKAIT