7 Tanda Bahwa kita Mengalami Depresi


www.seratu.com
Ilustrasi
Depresi merupakan salah satu suasana yang tak mengenakan, menyedihkan, suasana kosong terdalam terlebih untuk menjalani rutinitas sehari – hari. Depresi ini juga bisa membuat terjadinya seseorang melakukan bunuh diri yang dimana depresi merupakan sudah begitu berat dan parah menurut pelaku depresi tersebut, sedangkan jenis depresi ada yang ringan dan berat, ini semua tergantung tingkat pola pikir dan pelaku depresi tersebut dan termasuk depresi berat atau ringan. Depresi bisa menyerang siapa saja entah anak – anak , remaja dan orang tua, tapi bila kita mengalami depresi janganlah berlarut – larut dan usahakan cepat move on dan sikapi segala peristiwa ini dengan manusiawi, lebih rasional dan lapang dada.

Depresi merupakan salah satu kondisi yang menyedihkan juga kekosongan yang mendalam yang dirasakan dan bisa terjadi karena beberapa hal secara umum seperti PHK kerja / pengangguran, perceraian, meninggalnya orang terkasih, putus dengan kekasih, hutang menumpuk dan masih banyak lagi. Depresi ini merupakan penyakit psikologis, memang penyakit ini tak nampak di fisik tapi efeknya luar biasa. Depresi bisa sembuh dengan sendirinya tergantung dengan keingginnan kuat untuk bangkit dan meninggalkan peristiwa – yang membuat kita depresi dan berfikir yang positif dan rasional. Memang depresi ini tak bisa dirasakan langsung bahwa kita terkena depresi tapi ujung – ujungnya banyak perubahan yang tak wajar bisa berupa pola pikir dan perubahan aktivitas harian yang cenderung buruk, bila hal ini terjadi maka ini tanda – tanda kita sedang depresi, dan berikut ini tanda – tanda kita sedang mengalami depresi seperti :

1.    Sering Meneteskan Air Mata
Meneteskan air mata ini bukan hanya fisik kita kesakitan tapi depresi ini juga bisa jadi penyebabnya karena dengan kondisi yang tertentu kita teringat sesuatu yang membuat kita merasa sedih dan terbawa suasana sehingga air mata tak terbendung dalam kasus depresi ini biasanya teringat dengan seseorang bisa yang hidup dan yang sudah meninggal.

2.    Mudah Terkena Insomnia
Orang yang sedang depresi bawaanya pengin tidur tapi disaat sudah di tempat tidur malah tidak bisa tidur walaupun memejamkan mata, malah pikiran mengarah kemana – mana yang tak jelas dan hidup ini terasa ada tekanan yang berat juga mempunyai pandangan yang sempit untuk meresapi kehidupan.

3.    Menganggu Kinerja Otak
Biasanya orang yang mengalami depresi dalam melakukan pekerjaannya kurang maksimal terutama dalam berfikir. Suatu misal bila dimintai keputusan dia tak bisa memutuskan dan kelihatan bingung ini dikarenakan di pikiranya hanya terfokus oleh masalah pribadi yang membuat sedih ( depresi).

4.    Suka Menyendiri Dan Merenung
Sudah pasti bila seseorang lebih suka menyendiri dan merenung merupakan tanda terkena depresi karena seseorang yang mengalami depresi membutuhkan tempat yang sepi dan sunyi untuk membuat di merenung tentang peristiwa yang ditimpanya terutama hal yang menyedihkan, mengharukan biasanya hal ini berlangsung lama bisa berhari – hari.

5.    Membuat Fisik Drop Dan Malas
Seseorang yang mengalami depresi sukanya malas – malasan yang kerjanya tidak produktif seperti banyak tidur, malas melakukan segala aktivitas, sukanya menyendiri tanpa ada gangguan apapun dalam hal ini sangat mempengaruhi kesehatan badan karena seseorang yang mengalami depresi sukanya merenung  dan berakibat makan, tidur dan membersihkan badan tak teratur (malas) dalam hal ini akan mempengaruhi kesehatan badan karena virus dan bakteri mudah masuk ke tubuh.

6.    Suka Tersingung Dan Mudah Marah
Depresi membuat orang mudah  marah dan suka tersinggung karena orang yang mengalami depresi mempunyai anggapan bahwa orang yang disekitarnya juga ikut serta menjadikan dia depresi ( sebab akibat ), dan merasa penderita depresi ini menjadi korban orang disekitarnya sehingga bawaannya selalu marah dan mudah tersinggung.

7.    Ingin Mengakhiri hidup ( mati )
Depresi yang berat mempunyai ujung ingin mengairi hidup ( mati ) kelas depresi ini menjadikan orang tersebut merasa tidak ada gunanya hidup dan membuat dirinya semakin tersiksa bila hidup, biasanya dalam kasus ini orang tersebut sudah tidak mengunakan otak untuk berfikir tetapi mengunakan perasaan atau terbawa suasana perasaan  untuk membuat  suatu keputusan.
ARTIKEL TERKAIT