Kelebihan Dan Kekurangan Mengisi Nitrogen Di Ban Kendaraan Bermotor


www.seratu.com
Ilustrasi
Sudah banyak SPBU yang menyediakan pengisian udara pada Ban dengan bahan Nitrogen yang tentunya memiliki perbedaan harga di banding dengan pengisian angin biasa, untuk pengisian Ban kendaraan berbahan nitrogen ini rata – rata di tarif antara 5 sampai 10 ribu rupiah setiap Ban kendaraan bermotor. Pengisian Ban berbahan Nitrogen ini sudah menjamur di Indonesia dan hampir rata di setiap SPBU sudah ada dan ini merupakan peluang bisnis baru yang lumayan, tapi perlu di perhatikan pasti ada yang memanfaatkan keadaan ini yang dimana bukanya nitrogen yang diisikan malah angin biasa yang di isikan.

          Sebelum membahas lebih lanjut kelebihan dan kekurangan dalam pengisian Ban dengan berbahan nitrogen maka kita harus tahu apa itu nitrogen..? Nitrogen merupakan unsur kimia yang mempunyai lambang N yang memiliki no Atom 7 yang sering disebut  Zat Pelemas juga merupakan gas tanpa rasa, warna, tanpa bau, juga sulit bereaksi dengan senyawa lainya. Nitrogen merupakan unsur dari alam semesta dan membentuk unsur 78% dari atmosfer bumi juga mempunyai peran penting didalam pembentukan senyawa asam nitrat, asam, amino, sianida, amonia dan juga sangat dibutuhkan di dunia pertanian dan perindustrian. Sedikit pembahasan tentang nitrogen ini, selanjutnya pada intinya yaitu tentang kelebihan dan kekurangan mengisi nitrogen di ban kendaraan bermotor.

           Kelebihan Pengisian Nitrogen Pada Ban Kendaraan Bermotor
1.Mengurangi pecah ban karena nitrogen yang ada di ban menstabilkan temperatur pada ban.
2.Memperpanjang umur ban karena tidak terjadi oksidasi sehingga ban terjaga keelastisannya.
3.Lebih ringan di jalan karena nitrogen lebih elastis di ban.
4.Lebih tahan lama udara di ban atau tak mudah kempes karena molekul nitrogen lebih besar dari pada angin biasa.
5.Mengurangi resiko kecelakaan akibat ban pecah karena nitrogen menstabilkan temperatur pada ban.

           Kekurangan Pengisian Nitrogen Pada Ban Kendaraan Bermotor

1.Mahal karena pengisian mengunakan nitrogen per ban Rp 5 sampai 10 ribu sedangkan pengisian ban dengan angin biasa sekisar 2 ribuan tiap bannya.
2.Sulit perawatan kalau pakai nitrogen, karena bila dicampur dengan angin biasa maka akan sangat berkurang kemanfaatanya nitrogen di ban dan harus nitrogen lagi yang digunakan untuk mengisi udara di ban bila mulai kempes.
3.Cepat berkurang nitrogen di ban bila lama kendaraan tak di gunakan.
4.Tingkat kesulitan didalam mencari pengisian ban dengan nitrogen mungkin di kota – kota besar agak mudah tapi kalau di daerah – daerah apa lagi daerah terpencil agak kesulitan dan mungkin tidak ada.
ARTIKEL TERKAIT