5 Hal Yang Tak Boleh Diceritakan Ke orang Lain Perihal Urusan Rumah Tangga

image : www.lovepanky.com

Dalam berumah tangga pastinya di lihat orang dari luar ini baik-baik saja pastinya hubungan rumah tangga pastinya berjalan dengan baik-baik dan bahagia, namun perlu diketahui hal itu kadang menipu Karena tidak sedikit rumah tangga yang kelihatan harmonis dari luar banyak yang berakhir berpisah atau cerai. Kebiasaan-kebiasaan yang sering ngrumpi atau curhat dengan teman atau keluarga kebanyakan digunakan sebagai kesempatan untuk saling cerita dan curhat mengenai rumah tangga masing-masing dalam hal ini sih boleh-boleh saja namun ada beberapa persoalan yang harus disembunyikan karena belum tentu ini baik untuk rumah tangga kedepan-ya, ingin tahu lebih lanjut simak dibawah ini : 
 
1.Kehidupan Seks
Pastinya setiap pasangan rumah tangga memiliki dunia seks yang berbeda-beda dan hal ini sebaiknya anda simpan dengan pasangan rumah tangga, karena bila hal ini sampai bocor ke orang lain atau teman maka bisa buat bahan pembicaraan orang banyak sehingga dalam jangka panjang kita sendiri yang dirugikan terutama rasa malu seumur hidup. Bila membahas dunia seks dalam rumah tangga sebaiknya hal-hal terkait kesehatan yang tentunya bermanfaat untuk kedepan-ya juga pilihlah pada orang kamu percaya atau dokter.

2. Masalah Ekonomi
Setiap pasangan rumah tangga pastinya pernah mengalami masalah ekonomi bahkan sudah menjadi teman dalam mengarungi kehidupan rumah tangga ini atau yang memiliki kehidupan gali lubang tutup lubang bahkan ada punya cicilan hutang untuk beli rumah atau kendaraan, memang setiap rumah tangga pastinya memiliki problem masalah ekonomi yang berbeda-beda dan usahakan  informasi ini tidak sampai ke orang lain karena bila di pikir-pikir kadang tak ada manfaatnya bahkan kadang menjadi bahan gunjigan orang banyak, alangkah baiknya kita fokus untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi ini menjadi lebih baik ketimbang kita menceritakan masalah ini ke orang lain karena belum tentu orang tersebut mempunyai respon positif bahkan bisa sebaliknya.

3. Perubahan Perilaku Pasangan
Dalam membangun rumah tangga pastinya banyak sekali perubahan sikap terutama pada perilaku pasangan yang kebanyakan menjadi berbeda dan tentunya menjadi kurang baik di banding pada masa pacaran dan hal ini pastinya akan membuat pasangan merasa sedikit penyesalan, ketahuilah bahwasanya perubahan sikap atau perilaku pasangan yang masih dalam ambang kewajaran harap dimaklumi juga jangan sampai hal ini di beberkan pada orang lain termasuk keluarga atau teman karena belum tentu orang lain atau keluarga suka dengan rumah tangga kita bila tidak, bisa memberi bumbu-bumbu untuk menghancurkan rumah tangga ini, misal ingin konsultasi keterkaitan dengan perubahan sikap pada pasangan maka cari orang yang dipercaya dan yakin bisa memberi solusi dalam masalah ini, bisa dari keluarga dan teman.

4. Persoalan Interen Pasangan
Diantara persoalan-persoalan yang lebih sensitif dalam rumah tangga ini persoalan interen dengan pasangan bisa berupa kesalahpahaman, kecemburuan yang tak jelas, hubungan yang memulai memudar dan lain sebagainya yang jelas persoalan pribadi masing-masing pasangan dalam hal ini jangan sampai di beberkan ke orang lain walaupun ke teman dekat dan keluarga karena kurang baik dan belum tentu bisa memperbaiki persoalan tersebut, ketahuilah dalam rumah tangga persoalan interen ini kebanyakan bisa di lerai dengan seringnya waktu dan saling bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangan dan mengedepankan rasa cinta dan membuang rasa egois.

5. Pertengkaran Yang Sedang Terjadi
Memang dalam menjalin rumah tangga ini kerap kali terjadi pertengkaran tidak hanya pertengkaran mulut namun pertengkaran fisik pun kadang terjadi, bila hal ini sampai terjadi maka jangan dulu kamu ceritakan hal ini kepada orang lain lebih baik anda pendam dan dalam menyelesaikan pertengkaran tersebut bicarakan baik-baik dengan pasangan dengan kepala dingin dan mungkin butuh pihak ketiga dalam menyelesaikan pertengkaran tersebut maka bawa masing-masing perwakilan dari masing-masing pasangan yang guna untuk melerai persoalan tersebut bukan mencari yang salah dan benar.
ARTIKEL TERKAIT