12 Bahan Pengawet Makanan Yang Alami Dan Aman Untuk Dikonsumsi


image : www.thebetterindia.com
Bahan pengawet makanan yang diberikan pada makanan memiliki tujuan tak lain untuk makanan tetap awat tidak mudah busuk, basi, berjamur sehingga bisa lebih lama untuk bisa dimakan terlebih pada makanan yang masih bersegel, namun pengawet makanan ini ada yang alami dan buatan yang dimana untuk jangka panjang lebih aman untuk kesehatan adalah pengawet yang alami. Berikut ini ada beberapa jenis bahan alami yang bisa digunakan untuk bahan pengawet makanan diantaranya sebagai berikut :
 
1.Garam
Garam bisa digunakan mengawetkan suatu makanan tentunya dengan cara mengdehidrinasi makanan sehingga makanan tak di datangi mikroba juga bisa membuat makanan menjadi kering sehingga bisa membuat makanan tidak mudah menjamur. Pemberian garam pada makanan dalam hal untuk bahan pengawet dinamakan penggaraman seperti pada ikan asin dan telur asin.

2. Mengunakan Cuka Apel
Mengunakan pengawet dengan cuka apel bisa digunakan pada makanan selain awet juga mencegah makanan berubah warna seperti pada buah dan sayur, selain itu proses pengawetan dengan cuka apel  merupakan proses fermentasi dari bakteri  acetobacter,  yang tentunya akan memberi rasa asam berlebih dan hal ini sering digunakan pada acar, jeli dan kimchi.

3. Bawang Putih
Bawang putih memang memiliki aroma yang khas selain itu juga bisa untuk bahan pengawet terutama pada daging dan ikan dengan cara memberi potongan bawang putih secukupnya dan simpan di freezer, karena bawang putih bersifat antimikroba juga banyak mengandung allicin yang semua ini mampu untuk menghambat mikroba berkembang.

4. Mengunakan Daun Gambir
Penggunaan daun gambir juga bisa untuk pengawet karena hal ini daun gambir banyak mengandung zat katekin sehingga makanan tak mudah basi juga bisa terhindar dari mikroorganisme perusak dan hal ini daun gambir sering digunakan pada pembuatan telur asin.

5. Metode Pengeringan
Metode pengeringan juga bisa sebagai pengawet makanan hal ini bisa dilakukan dengan memanaskan bisa dengan sinar matahari atau oven dengan panas di bawah 40 derajat celsius setelah itu simpan di tempat kering dan rapat sehingga udara tak bisa keluar masuk, hal ini agar mikro-organisme pembusuk tak dapat hidup dan metode pengeringan ini bisa dilakukan pada jenis ubi, sayur dan buah, agar mudah bisa di iris tipis-tipis agar mudah dalam proses pengeringan-ya.

6. Gula Pasir
Gula pasir juga bisa digunakan untuk pengawet hal ini bisa diterapkan pada pembuatan selai, dodol dan manisan karena gula pasir bersifat higroskopis yang dimana bisa menyerap air dan bakteri  bisa mati dan hal ini sering disebut penggulaan atau hanya cukup menabur gula pada beberapa jenis makanan.

7. Lemon
Lemon, buah satu ini pastinya sudah banyak yang mengenalnya dan kandungan vitamin C yang ada di buah ini sangat membantu untuk melenyapkan mikroorganisme pada makanan hanya cukup dilumasi dengan air lemon seperti daging, ikan dan sayur  yang tentunya bisa lebih lama bertahan pada tempat penyimpanan.

8. Kayu Manis
Kayu manis sering kali digunakan untuk menambah aroma pada makanan dan minuman, juga merupakan salah satu rempah-rempah yang berbau khas tidak hanya itu, kayu manis ini juga mempunyai zat anti bakteri sehingga bisa untuk mengawetkan makanan lebih lama walaupun tidak semua makanan bisa dijauhkan dari bakteri dengan kayu manis.         

9. Kunyit
Tahu kuning atau tahu takwa sering kali dalam proses pembuatan-ya dengan mengunakan kunyit ini dikarenakan kunyit ini memiliki zat anti-bakteri sehingga tahu ini tak mudah busuk dan basi bahkan juga bisa sebagai pewarna alami sehingga bisa bertahan lebih lama terlebih disimpan di kulkas.

10. Cengkih
Pastinya sudah banyak yang tahu akan manfaat cengkeh selain untuk menambah aroma juga sering digunakan untuk pengusiran bakteri pada tubuh tak hanya itu cengkih ini juga bisa untuk mengawetkan makanan dari bakteri  dan jamur sehingga makanan tak mudah busuk.

11. minyak
Pastinya kita sering kali membuat makanan dengan cara menggoreng dengan minyak dan ini tanpa kita sadari membuat makanan tersebut lebih  awet dibanding dengan makanan yang mentah atau hanya direbus karena minyak ini memiliki sifat menghambat mikro-organisme yang merusak makanan (oksidasi)

12. Air Ki
Air ki banyak digunakan pada pendagang mie karena air ki mampu mengawetkan mie sampai 2 hari dan air ki ini bisa dicari dengan mengumpulkan batang padi yang sudah dipanen (merang) dan bakar setelah itu ambil abunya dan rendam dengan air matang setelah itu endap-kan untuk diambil airnya.
ARTIKEL TERKAIT